Koreksi

January 24, 2008

Di sela-sela kepenatan mengerjakan tugas, saya coba browsing humor dan akhirnya mendapatkan humor ini di ketawa.com:

Perbedaan Yoi, Ya dan Ya Begitulah

Category: Humor Politik

Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat,

“Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?”

Kemudian, pejabat itu menjawab, “Kalau yoi, orang tersebut tidak punya pendidikan, kalo iya, orang itu tamatan SMA, dan kalau begitulah, berarti ia sarjana.”

“Oh, gitu, ya?”, kata turis.

“Yoi!!”, kata pejabat.

Jadi teringat kasus serupa yang mungkin sekali pernah dialami setiap orang termasuk saya. Kadang kita akan selalu mengingat kesalahan orang lain, dan mencelanya entah dalam hati atau yang parah jika menceritakannya pada orang lain, meski tanpa menyebutkan nama. Dengan mudahnya mengkategorikan orang2 tersebut dalam kategori yang berbeda dengan diri kita hingga muncul sikap ujub / sombong yang definisinya dijelaskan oleh Rasulullah “Sombong adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain”(HR. Muslim). Padahal suatu saat, bisa saja kita melakukan hal serupa yang parahnya tanpa disadari. Kucatat semua kesalahannya (sok jadi malaikat Atid >:)), eh ternyata salahku lebih banyak :p. Jadi mohon ma’af sebesar2nya bagi siapa saja yang pernah menjadi korban saya. Juga jangan berbunga-bunga jika mendapat penilaian ‘ok’ dari saya. Karena siapa sih saya, belum tentu penilaian saya bener, coz hanya Allah yang maha tahu. Lagipula kalau sekarang paling saya cuma cerita ke lifetime partner saya, axioo (sudah tobat soale :D). Merk laptop baru yang menambah inspirasi buat saya karena bisa diplesetkan menjadi ‘aksio’ or ‘lets action’. Maaf bahasanya amburadul karena sudah terbiasa terjun di dunia plesetan. Saya pilih merk ini meski belum lama dan belum teruji seperti Toshiba, Dell, atau Acer. Selain karena budget terbatas trus ga mau barang second, insya Allah ga ada perusahan laptop yang sembarangan kalau memprduksi barang. Kata dosen saya yang juga seorang enterpreneur kepercayaan itu modal utama kalau mau sukses. Jadi saya yakin begitu juga dengan perusahaan laptop yang masih tergolong baru ini. Apalagi ada garansi 1 tahun. Malaikat roqib mode on, coba nanti kalau kesandung belangnya, bakalan jadi tukang cacat nih. Ok deh sekian dulu coretan ga mutu ini. c ya

Entry Filed under: Curhat. .

4 Comments Add your own

  • 1. purna  |  January 24, 2008 at 2:00 pm

    wow kuul.
    3 tulisan dalam sehari….

  • 2. Ali S Kholimi  |  January 24, 2008 at 10:10 pm

    Ada 2 kemungkinan, lagi banyak nulis di blog. Barang baru (baru pegang blog), atau lagi banyak uneg-uneg di hati, tapi gak bisa dimunculkan. :D

  • 3. satubintang  |  January 25, 2008 at 8:16 am

    nice blog juga neh
    iya, ini suroi yg itu, ti 00…pa kabar ?
    seneng berjumpa lagi di dunia maya
    ym ku : suroiyah2004, add ya

  • 4. riza rakhmawati  |  January 25, 2008 at 9:15 am

    @ purna
    sebagian bahannya dah ada dari dulu

    @ Ali S Kholimi
    iya. idem dgn jwbn @purna

    @ satubintang
    alhamdulillah baik mbak, smg ini bener2 mbak suroi yg dulu itu. ntar salah orang, tiwas malu aq :D

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

January 2008
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Recent Comments

malizam@ on Tentang Pakaian Muslimah
linda on Saat Yang Paling Menentuk…
nas on Saat Yang Paling Menentuk…
subkioke on About
hendy on Dunia Sangat Luas

Links

Top Clicks

Blog Stats

Meta