Jika Ujung Pakaian Terkena Najis di Jalan….
February 9, 2008
Dari uraian yang ada sebelumnya tentang pakaian muslimah, maka bisa dibayangkan jika jilbab yang dipakai menjuntai hingga menyentuh tanah, bagaimana jika ada najis di jalan? Berikut ada hadits yang menjelaskan tentang masalah ini:
Dari Ibu seorang anak dari Ibrahim bin Abdur Rahman bin Auf, bahwasanya dia bertanya kepada Ummu Salamah, istri Nabi seraya berkata, “Sesungguhnya ujung pakaianku panjang sedangkan saya berjalan di tempat yang kotor?” Ummu Salamah berkata, Rasulullah bersabda, “Jalan (tanah) setelahnya dapat membersihkannya.”
Syahid yang diisyaratkan oleh Syaikh Al-Albani tersebut adalah riwayat Abu DawudIbnu Majah (533), Ahmad (6/435) dan Ibnu Jarud dalam Al-Muntaqa (143) yaitu berikut ini:
Dari seorang wanita Bani Abdul Asyhal, dia berkata, “Wahai Rasulullah, jalan kami menuju masjid kotor, lantas apa yang harus kami lakukan apabila hujan?” Nabi bertanya, “Bukan kah setelah jalan (kotor) tersebut ada jalan yang lebih bersih darinya?” Saya (wanita itu) berkata, “Benar, ada.” Nabi bersabda, “Jalan yang bersih adalah pembersih kotoran tersebut.”
Untuk selengkapnya bisa dicek di blog vbaitullah
Entry Filed under: Fiqih. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
nita | February 11, 2008 at 1:44 am
mbk riza…
wah ngeblog lagi nie
# nita
banyak waktu luang siy
2.
tambahan | February 11, 2008 at 7:44 am
Saya juga pernah baca kisah Ali bin Abi Thalib yang pernah jalan di jalan yang becek karena hujan, kemudian masuk masjid dan langsung shalat tanpa ganti pakaian terlebih dahulu padahal bagian bawah pakaiannya masih basah.
Wallahualam