End Node
February 11, 2008
Demi sebuah teater
Hiruk pikuk orang menyiapkan sebuah pertunjukan
Mendesain latarnya berulang-ulang
Memutar otak demi menjadi pemain terbaik
Hingga tak terasa waktu semakin mendekati batas
Semua hanya karena sebuah permainan konyol
Sungguh malu diri pada Yang Maha Sibuk
Yang tidak pernah tidur pada siang maupun malam
Yang menguasai langit dan bumi
Di bumi ada bermilyar makhlukNya
Di langit ada bermilyar galaksiNya
Namun Dia harus meluangkan waktunya untuk mendengarkan
Sedikit cerita remeh dari dalam hati
Sungguh malu diri pada Yang Maha Sibuk
Segala puji bagi Allah Rabb Semesta Alam

Entry Filed under: Tip & Trik. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
kakanda | February 14, 2008 at 2:30 am
Asma’ul husnanya bagus, boleh saya kopi ya,…
# riza:
boleh2 aja, itu jg copy dari blog orang
2.
rahmawati | February 14, 2008 at 9:25 am
Sungguh malu diri pada Yang Maha Sibuk
*terharu*
Allah, there’s always time to think about u..
# riza:
terharu… i do too
3.
Naufal | February 15, 2008 at 10:50 am
Ada dua kenikmatan yang oleh Rasulullah saw disinyalir kebanyakan manusia terpedaya, yakni nikmat sehat dan nikmat luang (nikmat sempat / nikmat kosong). Ada banyak peluang melakukan kebaikan, tetapi acapkali kita terjebak pada ‘lahwun’ (senda gurau dan main-main). Salam kenal !
# riza:
betul, makanya sungguh malu