The Eye

February 15, 2008

theeye-trailerpage_022.jpg

Film hongkong yang dirilis tahun 2002 ini diproduksi ulang dan ‘dirilis di 2008′. Keluaran the eye terbaru versi orang bule dirilis bulan ini. Kisaran kisahnya seperti the eye yang dulu. Tapi saya tidak tahu apakah endingnya sama seperti versi hongkong. Yang jelas, ending film itu yang berkesan dan bisa diambil hikmahnya.

The eye mengisahkan seorang gadis buta sejak kecil yang akhirnya mendapatkan donor mata. Setelah dia bisa melihat dengan mata itu ternyata dia sering diganggu dengan keberadaan makhluk halus. Karena heran, akhirnya gadis tersebut mencari tahu tentang riwayat pendonornya dan mendatangi daerah asal pendonor. Memang benar, gadis yang mendonorkan matanya dulu juga mengalami hal yang sama. Dia bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain misalnya hantu. Dia juga bisa melihat sosok makhluk yang mendekati orang2 yang akan mati. Hingga suatu hari dia melihat banyak sekali makhluk seperti itu bersliweran di desa. Dia berteriak-teriak histeris. Namun gadis itu dianggap gila. Ternyata kemudian terjadi kebakaran di desa itu. Setelah mendapat kisah tersebut gadis buta yang mendapat donor mata tersebut pulang dan merasa puas karena mengetahui mengapa dia bisa begini.

Dalam perjalanan pulang, ketika dalam bus, jalan macet. Dia melihat banyak sekali makhluk aneh bersliweran. Makhluk seperti yang dia lihat ketika akan ada orang mati. Akhirnya dia keluar untuk mengecek ada apa sebenarnya. Ternyata ada truk pengangkut gas yang sedang oleng sehingga menutup jalan. Dia mendekati truk itu dan langsung berpikiran pasti akan ada bencana besar yang diakibatkan truk tersebut. Apalagi bau gasnya mulai tercium. Dia langsung berteriak2 mengingatkan orang2 agar segera keluar dan berlari menjauh. Orang2 yang ada di dalam mobilnya masing2 hanya heran dan cuek, mungkin mengira itu hanya orang gila yang lagi kumat. Hanya ‘dokternya’ yang percaya. Akhirnya keduanya berlari menjauh. Dan benar, truk gas meledak! Gadis tersebut mengalami cedera di matanya. Dan kembali buta seperti semula. Tidak dapat melihat makhluk ghaib lagi.

Memang ini ’silly film’. Mana ada hantu, yang ada jin. Juga mana ada orang bisa melihat Izrail? Saya sendiri ga suka dengan film mistis yang tidak realistis macam ini. Tidak direkomendasikan untuk ditonton! Namun kisah penutup dalam film ini sekaligus menjawab pertanyaan dalam kepala saya. Mengapa di dunia ini ada orang2 yang prinsipnya berlawanan:

Ada Ariel Sharon, ada Ahmad Yasin.
Ada Bush, ada Abu Bakar Ba’asyir.

Bahkan di jaman Rasulullah yang kebenaran begitu dekat di mata:
Ada Abu Lahab, ada Abu Bakar ra.
Ada Abu Jahal, ada Umar bin Khatab, ra.

Ada orang yang sangat membenci apa yang dibawa Rasulullah hingga rela mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk memerangi, namun di sisi lain ada orang2 yang begitu loyal membela agamanya. Mungkin kasusnya hampir sama dengan penggalan kisah dalam film di atas. Orang2 yang sangat loyal dengan Allah, mempunyai keyakinan yang kuat. Seolah-olah melihat neraka di pelupuk mata. Berbeda dengan orang yang tidak yakin dan merasa keberadaan Islam, bisa mengganggu eksistensinya. Kebanggannya terhadap agamanya, kekuasaan dan kekayaannya. Maka tidak mengherankan jika banyak orang yang melihat dengan mata sebelah orang2 semacam Ahmad Yasin, Abu Bakar Ba’asyir, dan sejenisnya. Bahkan bisa jadi tertawa geli. Mengapa seperti itu? ribet amat. Gila agama. Namun tidakkah kita berpikir bagaimana ‘Dia’ di atas arsy sana? Mungkin juga menertawakan kita karena kurang sungguh2 dalam berIslam ‘Mengapa seperti itu? meremehkan amat’. Allahu’alam Bishawab.

theeye-trailerpage_102.jpg
8. Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan dengan orang yang tidak ditipu syaitan) maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
[QS. al-Fatir: 8, by al-Lathif]

Entry Filed under: Curhat, Opini, Resensi. .

3 Comments Add your own

  • 1. Nur Aini Rakhmawati  |  February 15, 2008 at 10:01 am

    great review, Sis !!

    # riza:
    ok, sis !!
    :)

  • 2. ridhocyber  |  February 16, 2008 at 7:15 am

    wah perlu di tonton nih

    descripsinya bikin penasaran…

    cari DVD nya ah

  • 3. Telo  |  March 18, 2008 at 8:54 am

    apik iki postingmu tk

    # riza:
    trims

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Archives

Recent Comments

malizam@ on Tentang Pakaian Muslimah
linda on Saat Yang Paling Menentuk…
nas on Saat Yang Paling Menentuk…
subkioke on About
hendy on Dunia Sangat Luas

Links

Top Clicks

Blog Stats

Meta