Birunya Langit Birunya Laut

April 14, 2008

lautKetika memandang ke angkasa, tatkala sinar mentari masih menemani, yang memantul ke retinaku adalah langit biru. Langit seolah menjadi pengharapan, karena di langitlah kekuasaan Allah tampak nyata. Betapa tidak, di langit terdapat jarak yang tak terukur oleh seorangpun di muka bumi ini. Ingatkah anda tentang galaksi? berapa jumlah galaksi yang ada di dunia ini saja manusia tak dapat menghitung. Sedangkan tata surya ini hanyalah bagian kecil dari galaksi bimasakti.

Hujan juga datangnya dari langit. Hujan yang membasahi bumi menjadi salah satu sumber penghidupan manusia. Bahkan bisa dikatakan tak ada hujan tak ada kehidupan, karena tak bisa dibayangkan jika air hanya ada di laut saja.

Bicara tentang laut, laut juga berwarna biru karena pengaruh warna langit. Laut seolah menjadi peringatan bagi manusia. Jika anda terjun ke laut tanpa satu peralatan pun, kecil kemungkinannya anda bisa selamat.

Biru menggambarkan kedalaman yang unpredictable atau juga bisa mewakili jarak yang tak terbatas. Lantas kenapa Allah ‘memilih’ warna biru untuk langit yang memang nilai jaraknya sangat besar? Ada apa dibalik semua itu? Tak ada yang bisa menjawab pertanyaan ‘mengapa’ ini. Hanya Allah yang mengetahui sebagaimana mengapa Allah memilih warna coklat untuk pigmen manusia dan tidak ada warna hijau untuk pigmen rambut. Banyak sunatullah yang tak dapat diperoleh jawaban alasannya kepada manusia. Dan itu adalah hak prerogatif Allah. Semua manusia yang jenius sekalipun pasti setuju dengan argumen ini.

Lantas untuk aturan Allah, kenapa banyak manusia yang IQnya tidak sampai tataran genius berani menggugat pertanyaan ‘mengapa’nya? Mengapa hukum pidana harus seperti itu? Mengapa muslimah auratnya seperti itu dan harus ditutupi? Padahal untuk menjawab pertanyaan sederhana (bagi Allah) di atas saja manusia tak ada yang bisa? Sungguh keterlaluan jika ada manusia yang seperti itu bukan?

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” ” [QS. Al-Baqarah:285]

“Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya[405] yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati.” Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengetahui isi hati(mu). ” [QS. Al-Maidah: 7]

O ya klo ada yang jawab:

“Warna biru itu berasal dari cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang yang besar. Ketika memasuki atmosfir Bumi, panjang gelombangnya mengecil dan memencar. Panjang gelombang yang baru ini besarnya sama dengan panjang gelombang warna biru. Sebenarnya, peristiwa ini tidak berbeda dengan masuknya cahaya melalui prisma. Cahaya yang masuk bakal terbias menjadi beberapa warna utama: ungu, nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Warna ungu memiliki panjang-gelombang tertinggi, dan warna merah terkecil - sehingga muncul istilah ultraungu dan inframerah.”

Pertanyaannya tetap sama: kenapa pas yang warna biru yang terpilih untuk panjang gelombang itu? Dan… manusia kan terdiam seribu bahasa

Entry Filed under: Opini. .

8 Comments Add your own

  • 1. JoEy D`JuVe  |  April 18, 2008 at 9:11 am

    kangen sama biru nya laut *nostalgia tidur di perahu di tengah laut, sambil menunggu kail bersambut*

  • 2. peyek  |  April 19, 2008 at 11:39 am

    memang, tak semua pertanyaan harus menuntut jawaban, seperti halnya pertanyaan filsafat lainnya, semuanya berujung pada ketiadaan

  • 3. riza  |  April 21, 2008 at 4:39 am

    @ JoEy D`JuVe
    kangen juga, terakhir lihat laut beberapa bulan lalu

    @ peyek
    tiap pertanyaan ilmiah yang berujung pada ketidak tahuan manusia menunjukkan eksistensi Pencipta. Hanya Pencipta yang bisa menjawab. Dan tidak mungkin tidak ada Pencipta karena struktur tiap ciptaanNya setelah dipreteli ternyata kompleks juga

  • 4. OraJere  |  April 21, 2008 at 4:50 am

    Salam kenal kawan!
    yay, warna biru adalah warna favorit saia!

    Pertanyaannya tetap sama: kenapa pas yang warna biru yang terpilih untuk panjang gelombang itu? Dan… manusia kan terdiam seribu bahasa

    yay, memang sepintar apapun manusia pasti ada batasnya, dimana ada pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh-Nya

  • 5. awan  |  April 21, 2008 at 5:09 am

    salam kenal, trims atas kunjungannya

  • 6. nita  |  April 21, 2008 at 10:19 am

    sepakat ;)
    manusia tuh emang sombong banget.
    da tau dirinya sangat lemah masih maksa juga.
    sok tau lagi :D
    gimana ya nyadarinya?

  • 7. wennyaulia  |  April 22, 2008 at 1:26 am

    Pertanyaannya tetap sama: kenapa pas yang warna biru yang terpilih untuk panjang gelombang itu? Dan… manusia kan terdiam seribu bahasa

    soalnya saya suka biru
    *lah..terus kenapa? penting gitu? :mrgreen:

  • 8. riza  |  April 22, 2008 at 3:04 am

    @ awan
    trims juga

    @ nita
    tul, salah satu bentuk sombong adalah menolak kebenaran

    @ wennyaulia
    loh peyankah yang pesen warna biru itu pada Allah?? so pasti nggak kan? hehehe

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Recent Comments

natazya on Kepala Rasane Penuh
nas on Saat Yang Paling Menentuk…
ghaniarasyid™ on Kepala Rasane Penuh
Welly on Kepala Rasane Penuh
subkioke on About

Links

Top Clicks

Blog Stats

Meta