Laa Tahzan
BBM bakal naik lagi,
bagaimana dengan kebutuhan pokok nanti?
bagaimana dengan perusahaan tempatku bekerja?
bagaimana dengan usahaku?
bagaimana dengan kebutuhan pendidikan anak-anak?
bagaimana …
bagaimana …
Jika waktu terus bergulir. Setelah senin ada minggu. Begitulah tiba-tiba datanglah lagi hari senin. Semuanya terasa cepat seolah-olah kita hanya berjalan sepenggalah. Jika hari-hari kita dilumuri kepahitan, bukankah hari-hari itu adalah hari yang cepat berlalu. Sedangkan Yang Maha Kasih menyiapkan hari yang multi durasi.
Lalu kenapa bersedih jika Allah mengganti kepahitan sesaat dengan rasa manis semanis madu selama berabad?
“Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, berupa sakit yang berterusan, sakit yang biasa, kebingungan, kesedihan, kegundahan hingga duri yang menusuknya, maka pasti musibah itu akan menjadi penghapus bagi kesalahan-kesalahannya.”(Mutafaq alaih)
Jadi jika sedih, ingat saja nilai nol yang menghiasi daftar dosa di buku catatan amalan yang kita terima kelak di saat tiap insan berada dalam ketakutan yang luar biasa. Semua pasti ingin bukan? Semoga segala musibah yang kita alami bisa mengenolkan dosa-dosa kita dan meringankan beban di hari penghisaban kelak.
2 comments May 10, 2008