Archive for September 4th, 2008
Malu
Akhir-akhir ini ketika tarawih di masjid saya selalu memperhatikan seseorang. Seorang anak muda yang umurnya di bawah saya. Saya selalu mencari-cari apakah dia datang tarawih di sana ataukah tidak. Lho kok? ada apa kok segitu perhatiannya.
Saya ndak kenal anak itu. Yang membuat saya jadi perhatian adalah karena kondisi fisiknya. Kakinya yang folio x, membuatnya lebih susah berdiri dibanding orang normal. Apalagi berjalan. Namun demikian selama saya tarawih di masjid yang jaraknya agak jauh dari rumah saya itu, dia terlihat tidak pernah absen.
Perasaan malu jadi muncul tatkala ba’da berbuka puasa rasa malas ke masjid muncul. Tentu karena mengingat saya jauh diberi kemudahan daripada anak itu. Kemudahan untuk berdiri, berjalan bahkan berjingkat. Apalagi untuk pergi ke masjid saya ada fasilitas yang lebih dibanding anak tersebut yang naik sepeda pancal. Ya, masjid yang kami datangi memang agak jauh dari perumahan dibanding mushola atau masjid lain yang berada di tengah-tengah perumahan. Tapi saya tetap pilih masjid ini karena rakaat tarawihnya cuma 11. Beda dengan mushola depan rumah yang 23 rakaat. Kenapa pilih yang 11?
Banyak alasan, meskipun kalaupun imam sholat 23 rakaat saya bakal ngikut aja. Selain hemat energi
, yang paling penting adalah terjaganya salah satu rukun shalat, yaitu thuma’ninah. Daripada ada syak di hati ketika mengikuti yang 23 rakaat karena pernah saya heran kok saya baru rukuk imam sudah iktidal.
Pernah saya mendapat teguran dari teman terhadap shalat saya yang tidak thuma’ninah waktu itu. Katanya thuma’ninah di setiap gerakan shalat adalah rukun shalat. Akhirnya saya browse dan ketemu. Memang benar pernah ada sahabat yang disuruh mengulang shalatnya karena tidak thuma’ninah ketika shalat. Maka mari percantik shalat kita dengan thuma’ninah. Wallahu’alam.
3 comments September 4, 2008