Kapan hari saya download gambar2 kucing yang lucu banget. Kucing memang binatang fave saya. Ga ada yang lebih manja, lebih lembut, dan lebih pintar dari binatang imut ini. 12 gambar hasil donlotan ini unik2. Sebagian gambar memang saya ambil dari koleksi saya. Di waktu senggang saya coba kasih komen tiap gambar secara spontan. Tanpa pikir panjang. Setelah komenin satu gambar, pindah ke gambar berikutnya. Nah ini hasilnya:
1. Banyak yang pengen konferensi pers kalau banyak tekanan atau gosip (artis mode:on):
February 1, 2008
Pagi ini saya iseng2 ngecek buku tabungan. Sudah agak lama saya tidak mengoreksi buku tabungan ini sedetail tadi pagi. Maklum habis melakukan transaksi bulanan kemaren. Dan di list kredit, saya menemukan beberapa nominal yang tidak biasanya. Pengeluaran Rp. 25.000,00. Mana pernah ada di ATM nominal 25.000 an, selama ini saya ambilnya kan selalu via ATM? Setelah saya usut di kode transaksinya ternyata itu transaksi tarik Cirrus / Link Rp. 25.000,00. Juga ada biaya tarik Cirrus / Link Rp. 4.200,00 yang juga belum pernah ada di bulan2 sebelumnya. Saya baru inget pasti ada hubungannya dengan kebiasaan saya bulan lalu, mengambil uang melalui ATM bersama.
Ya ampyun, ambilnya cuma Rp. 50rb/100rb, tarifnya Rp. 25.000,00. Padahal alasan saya ambil dikit2 50/100rb biar bisa lebih irit kalau ngeluarkan uang, selain karena alasan keamanan. Trus kebetulan di daerah kosan saya ada ATM bersama, jadi coba ambil di sini aja biar ga kejauhan. But, ternyata saya harus bayar Rp. 27.200,00 untuk tiap transaksi penarikan??
ATM bersama yang saya kunjungi berlokasi di depan RSI Surabaya. Deket pos satpam. Kadang ada satpamnya 1 atau 2. Kadang ga ada. Maaf ga memperhatikan :p. Saya tulis bagian ini karena jaman sekarang banyak orang berburu junk information sebagaimana junk food :p
February 1, 2008
Sudah lumayan lama saya menjadi warga Surabaya. Kota metropolis yang sebelum saya singgahi untuk tinggal, melukiskan gambaran yang glamour. Tidak cocok untuk wong ndeso seperti saya. Biasanya kota besar menyimpan pengaruh buruk di berbagai sisinya. Tetapi alhamdulillah, kenyataan berbicara lain. Justru saya bertemu dengan orang-orang yang berkarakter berkebalikan dari gambaran remaja metropolis yang sering terlihat di televisi.
Jika di televisi, para mahasiswa sering jjs ke mall atau bahkan ke dugem, dan menjalankan seabreg aktivitas tidak berguna dan membuang uang, beda sekali dengan teman2 di informatika yang saya ketahui. Menurutku kampus ini dipenuhi anak2 pembelajar keras, juga pekerja keras. Jadi pengen ketawa sendiri kalau ingat betapa takutnya kami dengan dosen dan asisten praktikum.
Di sisi lain, banyak juga mahasiswa yang sempat2nya peduli dengan kondisi ruhiyah di kampus. Di sinilah saya pertama kali menemukan orang2 berkarakter yang belum pernah saya temukan di kampung asal saya. Atau memang dulu saya memang tipe orang yang kurang care dengan kegiatan macem gini. Lebih cenderung menjadi anak SO.
Mungkin sebagai anak seorang PNS, saya tergolong anak yang beruntung. Kebutuhan selalu tercukupi meskipun tidak sampai berlebihan. Setidaknya cukup untuk kebutuhan hidup dan sisanya bisa sedikit foya2 untuk mengekspresikan diri seperti beli buku, jjs ke swalayan, dandanin motor & PC, ngumpul dengan temen2 untuk ngadakan beberapa acara atau eksperimen. Sehingga saya mau-mau saja ketika diminta bantu2 di organisasi kerohanian kampus, lagipula bisa nambah pengalaman yang mungkin belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Momen2 yang cukup mengesankan. Gambaran yang jauh berbeda dengan gambaran kota besar di televisi pada umumnya. Setidaknya saya jadi sadar kalau kata2 opick memang bener. Kata2 yang mana? Tebak saja sendiri. Sudah kebanyakan waktu yang saya korup nih. sekian dulu.
Tapi yang perlu dicatet, meski sdh lama jadi warga sby, saya ga punya kipem, apalagi ktp sby ;))
January 31, 2008
Banyak keanehan yang dibuat oleh manusia di dunia ini. Salah satunya bisa dilihat di gambar berikut. Lukisan yang seolah-olah 3D ini hanyalah lantai yang sama sekali tidak berbahaya. Buat apa pelukisnya susah2 membuat gambar seaneh ini? Saya sebagai orang awam yang ga nyeni jadi sangat bingung kalau mikir terlalu jauh apa maksud artisnya. Hanya demi seni dan sensasi ataukah ada ilmu yang bisa diambil? Ga usah dipikir terlalu jauh, dinikmati aja
(more…)
January 30, 2008
Maaf yang ini bukan Uwaish al-Qarni, tapi Aidh al-Qarni. Menjelang lebaran kemarin saya membeli sebuah buku yang menurut saya luar biasa. Buku yang sangat tepat pada kondisi yang tepat. Judulnya “Pesona Cinta, Potret Indah Kasih Sayang Kaum Beriman” karya Dr. Aidh al-Qarni, ulama hati semilyar umat. Meski seperti membeli kucing dalam karung karena bukunya bersegel tapi rupanya banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari buku tersebut. Tentang buku bersegel, hati-hati ketika membeli buku bersegel. Lebih baik dipikirkan 1000x ketika akan membelinya karena bisa saja isinya jauh dari yang diharapkan. Perhatikan penulis dan resensinya yang biasanya ada di halaman belakang.
Kisah al-Qarni yang dicantumkan dalam buku tersebut menurut saya sangat tepat untuk jadi perenungan kita semua yang mengharapkan kejayaan Islam bisa terwujud kembali. Berikut secuil pengalaman hidup al-Qarni yang ada di halaman muka dengan sub judul, Potret kekinian al-Qarni: Sepenggal Pergulatan Hati. (more…)
January 26, 2008
Beberapa tahun lalu saya pernah usreg dengan masalah apakah alkohol(etanol) diharamkan karena banyak bahan makanan yang mengandung alkohol meskipun dalam kadar yang sangat sedikit seperti misalnya bahan makanan hasil fermentasi oleh ragi (ex: roti, tape). Pernah dapet info dari buku halalnya MUI tentang hadits yang menurut saya bisa melemahkan pendapat teman saya. Tapi dia pinjam dan sampai sekarang tidak kembali, padahal orangnya sudah bermukim di propinsi seberang. Akhir-akhir ini saya penasaran pengen tahu pastinya gimana plus waktu senggang sudah lebih banyak tersedia maka coba saya baca-baca lagi. Dan ternyata benar ada yang menggunakan hadits2 tersebut untuk membantah keharaman etanol. Penjelasannya saya temukan dalam makalah “Penentuan Kehalalan Produk Pangan Hasil Bioteknologi: Suatu Tantangan” oleh Dr. Ir. Anton Apriyantono, Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fateta, Institut Pertanian Bogor. Berikut kutipannya: (more…)
January 24, 2008
Di sela-sela kepenatan mengerjakan tugas, saya coba browsing humor dan akhirnya mendapatkan humor ini di ketawa.com:
Perbedaan Yoi, Ya dan Ya Begitulah
Category: Humor Politik
Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat,
“Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?”
Kemudian, pejabat itu menjawab, “Kalau yoi, orang tersebut tidak punya pendidikan, kalo iya, orang itu tamatan SMA, dan kalau begitulah, berarti ia sarjana.”
“Oh, gitu, ya?”, kata turis.
“Yoi!!”, kata pejabat.
Jadi teringat kasus serupa yang mungkin sekali pernah dialami setiap orang termasuk saya. Kadang kita akan selalu mengingat kesalahan orang lain, dan mencelanya entah dalam hati atau yang parah jika menceritakannya pada orang lain, meski tanpa menyebutkan nama. (more…)
January 24, 2008
Banyak perbedaan pendapat tentang bagaimana pakaian muslimah. Apakah memang harus serba gelap, kok di daerah timur tengah kebanyakan muslimahnya berpakaian serba gelap? Apakah memang ga boleh bercorak? Trus kok ada yang pakai cadar dan ada yang ga pakai cadar? Mengapa ada istilah jilbab (QS. Al-Ahzab:59), juga kerudung / khimar (QS. An-Nur:31) dalam al-Qur’an. Trus kok ya ada orang yang mengaku ulama tapi mengatakan wanita yang rambutnya dibiarkan terurai dan dilihat banyak orang yang bukan mahram itu tidak berdosa. Seperti apa asal muasalnya? Ini hasil saya ubek2 ilmu dari beberapa sumber:
1. Aurat wanita
Para ulama secara mayoritas telah bersepakat berdasarkan dalil-dalil yang ada untuk menetapkan bahwa batas aurat seorang wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua tapak tangan. Dalam bahasa arab, disebutkan jami’u badaniha illa al-wajha wal kaffaini (seluruh tubuhnya kecuali wajah dan dua tapak tangan). (more…)
January 24, 2008
Keluar tahun 2007, masuk tahun 2008. Alhamdulillah untuk segala nikmat yang diberikan Allah terutama nikmat iman, nikmat Islam, dan orang2 di sekitarku yang sayang padaku dan banyak mengajariku tentang kehidupan. Semoga waktu yang bersisa setelah tahun 2007 ini semakin bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sangat tidak terasa waktu berjalan merambati usia, sudah hampir 25 tahun aku memijakkan kaki di bumi. Merasakan panasnya mentari, segarnya udara pagi, dinginnya guyuran hujan, nikmatnya nasi pecel, pusingnya berhadapan dengan komputer, apalagi manusia :p. Yup, namanya juga hidup, kadang susah, kadang senang, kadang minder, kadang sombong, kadang terharu, kadang marah. Kata teman, hidup ini seperti bermain solitaire, kita tidak pernah tahu kartu apa yang akan keluar tapi apapun kartu yang keluar, kita harus siap bermain sebaik mungkin dengan kartu itu sampai permainan usai. Ini ada hubungannya dengan konsep qadha qadar kali y. Materi yang ringan dibaca, tapi berat di implementasi :p.
Ini sapaan pertama di tahun 2008. Semoga selanjutnya masih sempet dan semangat berbagi di blog sederhana ini.
January 1, 2008