Koreksi

Di sela-sela kepenatan mengerjakan tugas, saya coba browsing humor dan akhirnya mendapatkan humor ini di ketawa.com:

Perbedaan Yoi, Ya dan Ya Begitulah

Category: Humor Politik

Turis amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat,

“Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?”

Kemudian, pejabat itu menjawab, “Kalau yoi, orang tersebut tidak punya pendidikan, kalo iya, orang itu tamatan SMA, dan kalau begitulah, berarti ia sarjana.”

“Oh, gitu, ya?”, kata turis.

“Yoi!!”, kata pejabat.

Jadi teringat kasus serupa yang mungkin sekali pernah dialami setiap orang termasuk saya. Kadang kita akan selalu mengingat kesalahan orang lain, dan mencelanya entah dalam hati atau yang parah jika menceritakannya pada orang lain, meski tanpa menyebutkan nama. Dengan mudahnya mengkategorikan orang2 tersebut dalam kategori yang berbeda dengan diri kita hingga muncul sikap ujub / sombong yang definisinya dijelaskan oleh Rasulullah “Sombong adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain”(HR. Muslim). Padahal suatu saat, bisa saja kita melakukan hal serupa yang parahnya tanpa disadari. Kucatat semua kesalahannya (sok jadi malaikat Atid >:)), eh ternyata salahku lebih banyak :p. Jadi mohon ma’af sebesar2nya bagi siapa saja yang pernah menjadi korban saya. Juga jangan berbunga-bunga jika mendapat penilaian ‘ok’ dari saya. Karena siapa sih saya, belum tentu penilaian saya bener, coz hanya Allah yang maha tahu. Lagipula kalau sekarang paling saya cuma cerita ke lifetime partner saya, axioo (sudah tobat soale :D). Merk laptop baru yang menambah inspirasi buat saya karena bisa diplesetkan menjadi ‘aksio’ or ‘lets action’. Maaf bahasanya amburadul karena sudah terbiasa terjun di dunia plesetan. Saya pilih merk ini meski belum lama dan belum teruji seperti Toshiba, Dell, atau Acer. Selain karena budget terbatas trus ga mau barang second, insya Allah ga ada perusahan laptop yang sembarangan kalau memprduksi barang. Kata dosen saya yang juga seorang enterpreneur kepercayaan itu modal utama kalau mau sukses. Jadi saya yakin begitu juga dengan perusahaan laptop yang masih tergolong baru ini. Apalagi ada garansi 1 tahun. Malaikat roqib mode on, coba nanti kalau kesandung belangnya, bakalan jadi tukang cacat nih. Ok deh sekian dulu coretan ga mutu ini. c ya

4 responses to “Koreksi

  1. @ purna
    sebagian bahannya dah ada dari dulu

    @ Ali S Kholimi
    iya. idem dgn jwbn @purna

    @ satubintang
    alhamdulillah baik mbak, smg ini bener2 mbak suroi yg dulu itu. ntar salah orang, tiwas malu aq😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s