Thanks To Sby

Sudah lumayan lama saya menjadi warga Surabaya. Kota metropolis yang sebelum saya singgahi untuk tinggal, melukiskan gambaran yang glamour. Tidak cocok untuk wong ndeso seperti saya. Biasanya kota besar menyimpan pengaruh buruk di berbagai sisinya. Tetapi alhamdulillah, kenyataan berbicara lain. Justru saya bertemu dengan orang-orang yang berkarakter berkebalikan dari gambaran remaja metropolis yang sering terlihat di televisi.

Jika di televisi, para mahasiswa sering jjs ke mall atau bahkan ke dugem, dan menjalankan seabreg aktivitas tidak berguna dan membuang uang, beda sekali dengan teman2 di informatika yang saya ketahui. Menurutku kampus ini dipenuhi anak2 pembelajar keras, juga pekerja keras. Jadi pengen ketawa sendiri kalau ingat betapa takutnya kami dengan dosen dan asisten praktikum.

Di sisi lain, banyak juga mahasiswa yang sempat2nya peduli dengan kondisi ruhiyah di kampus. Di sinilah saya pertama kali menemukan orang2 berkarakter yang belum pernah saya temukan di kampung asal saya. Atau memang dulu saya memang tipe orang yang kurang care dengan kegiatan macem gini. Lebih cenderung menjadi anak SO.

Mungkin sebagai anak seorang PNS, saya tergolong anak yang beruntung. Kebutuhan selalu tercukupi meskipun tidak sampai berlebihan. Setidaknya cukup untuk kebutuhan hidup dan sisanya bisa sedikit foya2 untuk mengekspresikan diri seperti beli buku, jjs ke swalayan, dandanin motor & PC, ngumpul dengan temen2 untuk ngadakan beberapa acara atau eksperimen. Sehingga saya mau-mau saja ketika diminta bantu2 di organisasi kerohanian kampus, lagipula bisa nambah pengalaman yang mungkin belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Momen2 yang cukup mengesankan. Gambaran yang jauh berbeda dengan gambaran kota besar di televisi pada umumnya. Setidaknya saya jadi sadar kalau kata2 opick memang bener. Kata2 yang mana? Tebak saja sendiri. Sudah kebanyakan waktu yang saya korup nih. sekian dulu.

Tapi yang perlu dicatet, meski sdh lama jadi warga sby, saya ga punya kipem, apalagi ktp sby ;)) 

2 responses to “Thanks To Sby

  1. Kalo masalah gak punya kipem, sama. Sudah lebih dari 6 tahun hidup di surabaya, aku juga belum punya KTP. Masih males bikin. Apalagi abis ini berencana mau pindah dan menjadi tetangga pribadi dewa😀
    ——————————————————-
    riza: moga urusannya lancar🙂

  2. klo di sby ga pake kipem mah biasa. ane di bali sudah setaun lebih tanpa kipem, Alhamdulillah selamat terus dari grebekan:mrgreen:
    —————————————————————————-
    riza:
    klo saya sudah lama di sby, tapi jg blum kena grebek.
    moga pak RT ga baca tulisan ini, jadi ga ada yg obrak2 bikin kipem lagi:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s