Yang Diharamkan Dalam Ibadah

* Disalin dari Benang Tipis antara Halal & Haram Imam al-Ghazali

“Katakanlah! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara ghaib di langit di bumi melainkan Allah” (QS. An-Naml:65)

Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah pembawa risalah datang di tengah-tengah masyarakat, dimana disitu ada sekelompok manusia tukang dusta yang disebut “kuhhaan”(dukun) dan “arraaf”(tukang ramal). Mereka itu mengaku dapat mengetahui perkara-perkara ghaib baik untuk masa yang telah lalu maupun untuk masa yang akan datang, dengan jalan mengadakan hubungan dengan jin dan sebagainya. Justru Rasulullah saw, kemudian memproklamirkan perang dengan kedustaan yang tidak berlandaskan ilmu. Petunjuk maupun ‘dalil syara’. Akhirnya Rasulullah mengajukan dihadapan mereka itu sebuah firman Allah yang merupakan sanggahan dan tantangan terhadap sikap mereka, sebagaimana yang ada di atas.

Islam tidak membatasi dosa hanya kepada tukang tenung(kahin) dan pendusta saja, akan tetapi seluruh orang yang datang dan bertanya serta membenarkan mistake dan kesesatan mereka itu akan bersekutu dalam dosa. Sebagaimana sabda Nabi saw:
“Barangsiapa yang datang ke juru ramal, kemudian bertanya tentang sesuatu dan membenarkan apa yang dikatakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”(HR. Muslim)

Dan sabdanya pula:
“Barangsiapa yang datang kepada tukang tenung, kemudian mempercayai apa yang dikatakan, maka sungguh dia telah kufur terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.”(HR. Bazzar dengan sannad yang baik dan kuat)

Wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad itu mengatakan, bahwa hanya Allahlah yang mengetahui perkara ghaib, sedang Muhammad sendiri tidak mengetahuinya, apalagi orang lain.

Hal ini dipertegas oleh Allah dalam firman-Nya:
“Katakanlah! Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak(pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mangikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.”(QS. Al-An’am: 50)

Sumber: Benang Tipis antara Halal & Haram Imam al-Ghazali
Penerbit: PUTRA PELAJAR, Surabaya – Jawa Timur
* ada bhs inggrisnya, tadinya saya kira terbitan Malaysia ternyata Surabaya-Indonesia, lagian kata2 lainnya pakai bhs Indonesia

One response to “Yang Diharamkan Dalam Ibadah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s