The Umbrella

the umbrella in skyI dont know why i love this word, ‘umbrella’. Maybe coz i think that it’s like a simple shield from the dangerous sky. Everything can be dangerous for us, especially the spectacular sky. Allah had memorize us that everything can be dangerous in one of His verse:

“From the evil of that which He created”(al-Falaq:2)

Sky can produce ultraviolet which danger our skin. It also can disturb us with its rain water. Imagine when we have tidy our performance to go to campus, but then at the way, there are rain. Oh my God, so annoying if we hold no umbrella.

Umbrella symbolizes protection. Remember the verse at the previous. If everything can be dangerous for us, so what’s the solution? Allah answer in al-Fatihah verse 5:

“It is You we worship and You we ask for help”(al-Fatihah:5)

Or you can pray ‘hasbunallah wa ni’mal wakiil’ when you in danger. It has similar meaning with that verse. Its the real umbrella of a pure Muslim. When you had choose this umbrella, follow as-sunnah to get protection before and after die. Just leave thoghut.

al-Lathiif

Ayat-Ayat Cinta memang film yang lain daripada film kebanyakan saat ini. Bagi saya adegan yang paling menyentuh adalah ketika Fahri baru mendapatkan surat pemberitahuan bahwa dia dikeluarkan dari universitas al-Azhar. Bukan main sedihnya Fahri, hingga dia meringkuk sambil memukul-mukul lantai karena dia merasa tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Bukankah semua ini fitnah… fitnah! Namun subhanallah, teman satu sel Fahri yang tampangnya seperti penjahat tulen dan biasa menertawakan Fahri mampu memberi taujih yang bagi saya sangat menyentuh.

Dengan gayanya yang keras, dia mengatakan pada Fahri bahwa Allah sedang berbicara padanya, sedang mengingatkannya untuk tidak sombong. Dia mengingatkan tentang kisah nabi Yusuf yang dipenjara gara-gara fitnah Zulaikha. Menyikapi musibah yang menimpanya, nabi Yusuf merasa itu adalah nikmat dari Allah. Berikut penggalan kata-kata bapak yang tampak sableng itu.

“Yusuf tahu Allah sedang berbicara padanya. Kau tahu apa yang dikatakan Yusuf??
Ya Allah jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagiMu daripada dunia luar
lebih baik aku hidup di penjara tapi lebih dekat denganMu
Daripada aku hidup dengan manusia pendusta.
Allah sedang bicara padamu tentang sabar dan ikhlas Fahri!!” Continue reading

Birunya Langit Birunya Laut

lautKetika memandang ke angkasa, tatkala sinar mentari masih menemani, yang memantul ke retinaku adalah langit biru. Langit seolah menjadi pengharapan, karena di langitlah kekuasaan Allah tampak nyata. Betapa tidak, di langit terdapat jarak yang tak terukur oleh seorangpun di muka bumi ini. Ingatkah anda tentang galaksi? berapa jumlah galaksi yang ada di dunia ini saja manusia tak dapat menghitung. Sedangkan tata surya ini hanyalah bagian kecil dari galaksi bimasakti.

Hujan juga datangnya dari langit. Hujan yang membasahi bumi menjadi salah satu sumber penghidupan manusia. Bahkan bisa dikatakan tak ada hujan tak ada kehidupan, karena tak bisa dibayangkan jika air hanya ada di laut saja.

Bicara tentang laut, laut juga berwarna biru karena pengaruh warna langit. Laut seolah menjadi peringatan bagi manusia. Jika anda terjun ke laut tanpa satu peralatan pun, kecil kemungkinannya anda bisa selamat. Continue reading

Hikmah Menggoreng Tempe

Akhir-akhir ini hampir setiap pagi saya harus bantuin ibu memasak. Aktifitas cewek yang saya tinggalkan ketika kuliah dan bekerja di Surabaya. Setelah agak lama tinggal di rumah, bukan berarti saya mahir masak. Masak buat sarapan kan mudah, tinggal goreng-goreng, masak-masak, tumis-tumis. Kalau masak buat makan siang dan makan malam itu yang susah. Masak ronde kedua ini dilakukan di waktu jam 10an. Namun seringkali belum selesai sudah saya tinggal ngacir keluar rumah. Atau kerjakan sesuatu yang lain. Ga tahan di dapur lama2, meski dapurnya terkategori nyaman. Wah kasian misua nanti, nih anak males masak :((

Btw entah kenapa pagi ini ada pikiran lain yang merasuk ketika menggoreng tempe.

Pertama, bahwa tempe adalah makanan fave saya. Bukan karena saya suka tempe maka saya terkategori cah ndeso. Seorang mahasiswi magister Jepang pun mengakui kalau makanan favenya tempe. Dia orang kota lho. Waktu itu dia main ke laboraturium IBS dan nimbrung di area cewek. Ketemuan deh sama saya dan beberapa teman. Kami ngobrol pake bahasa inggris. Ternyata bahasa inggris kami sama2 patut diacungi jari telunjuk sambil dikatai ‘kalian keterlaluan… sudah perguruan tinggi tapi..!!’. Betapa tidak, ketika saya tanya paper dia yang dibawa ke seminar ICT tentang apa, dia bilang e-running. Pikiran saya langsung menelisik tentang pelarian elektronik. Wow, apa itu. Setelah berputar-putar tanpa kepastian yang membuat kami semakin bingung maka saya minta saja dia tuliskan kata itu. Ternyata e-learning. Oalah… Continue reading

Ayat Ayat Cinta

Film ini, menurut saya bagus sekali. Meskipun memang ada beberapa kejanggalan di beberapa adegannya yang berhubungan dengan fikih. Kata pak ustadz, film yang banyak memperkenalkan nilai-nilai Islam ini perlu diberi beberapa catatan. Dalam salah satu adegannya, ada yang mengatakan ‘Assalamualaikum’ kepada Maria yang masih beragama nasrani. Juga ketika sakit, cara tayamum Maria yang membasuh tangannya dengan debu sampai ke siku seharusnya tidak perlu dilakukan. Cukup sampai ke pangkal tangan saja. Namun diluar itu bagi saya film yang sedang booming ini cukup menguntungkan kebanyakan muslimah seperti saya. Bagaimana tidak, ketika di mall saya sering merasa tidak enak hati karena jarang sekali yang berpakaian seperti saya. Pakai jubah dan kerudung. Namun dalam ayat-ayat cinta ternyata tokoh utamanya malah memakai cadar. Begitu juga teman- teman Fahri, tidak ada yang memakai kerudung gaul. Namun mereka tetap terlihat cantik dan lebih terjaga dengan mode pakaian seperti itu. Dan yang penting adalah kesyar’iannya. Bener, saya lebih suka melihat gadis dengan kerudung yang lebih rapi menutup dada daripada kerudung yang ngepres di leher. Perasaan lebih anggun yang menjuntai. Coba deh perhatikan di film Ayat-Ayat Cinta. Promosi nih ye….

Di Rumah

Sudah lebih dari 1 minggu cuti kerja dan menghabiskan waktu di rumah rasanya menjemukan juga. Jika terlalu banyak kerjaan bisa menimbulkan stres. Terlalu banyak menganggur juga bisa menyebabkan kepenatan. Memang lebih banyak waktu untuk tidur, tapi rasanya lebih enak pikiran penuh dengan sesuatu yang bermanfaat daripada tidak ada targetan pasti yang harus diraih. Akhirnya pelampiasannya memang baca2 buku dan lebih perhatian dengan dunia sekitar. Tarnyata tanaman2 kecil yang berjajar rapi di halaman rumah lumayan bagus2 juga. Lama sekali tidak memperhatikan, kalau dulu saya pulang kampung sabtu sore, ahadnya males keluar2 (jadi ketahuan nih klo pemalas :p). Kalaupun keluar ga sempat noleh lama2 ke tanaman2 yang menurutku waktu itu tidak banyak memberikan manfaat. Continue reading