al-Lathiif

Ayat-Ayat Cinta memang film yang lain daripada film kebanyakan saat ini. Bagi saya adegan yang paling menyentuh adalah ketika Fahri baru mendapatkan surat pemberitahuan bahwa dia dikeluarkan dari universitas al-Azhar. Bukan main sedihnya Fahri, hingga dia meringkuk sambil memukul-mukul lantai karena dia merasa tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Bukankah semua ini fitnah… fitnah! Namun subhanallah, teman satu sel Fahri yang tampangnya seperti penjahat tulen dan biasa menertawakan Fahri mampu memberi taujih yang bagi saya sangat menyentuh.

Dengan gayanya yang keras, dia mengatakan pada Fahri bahwa Allah sedang berbicara padanya, sedang mengingatkannya untuk tidak sombong. Dia mengingatkan tentang kisah nabi Yusuf yang dipenjara gara-gara fitnah Zulaikha. Menyikapi musibah yang menimpanya, nabi Yusuf merasa itu adalah nikmat dari Allah. Berikut penggalan kata-kata bapak yang tampak sableng itu.

“Yusuf tahu Allah sedang berbicara padanya. Kau tahu apa yang dikatakan Yusuf??
Ya Allah jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagiMu daripada dunia luar
lebih baik aku hidup di penjara tapi lebih dekat denganMu
Daripada aku hidup dengan manusia pendusta.
Allah sedang bicara padamu tentang sabar dan ikhlas Fahri!!”

Fahri langsung menangis dan istighfar mendengar itu.

Bagian ini dalam film Ayat-Ayat Cinta mengingatkan saya tentang syarah al-Lathif dalam buku karangan Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Satu dari asmaul husna ini mempunyai arti maha halus. Ibnu Qayyim menggunakan contoh kasus nabi Yusuf utuk menggambarkan Maha Halusnya Allah. Pada lahirnya semua peristiwa yang dialami nabi Yusuf adalah cobaan dan musibah, namun di hatinya, semua itu adalah nikmat dan kemenangan yang Allah jadikan sebagai sebab kebahagiaannya di dunia akhirat. Allahlah yang paling mengetahui isi hati hambaNya dan yang terbaik untuknya.

Allah memberikan nikmat dengan jalan yang tersembunyi sehingga mengantarkan kepadanya kepada akibat yang paling baik seperti puncak kejayaan, dsb. Inilah maksud kehalusan sifat Allah. Manusia tidak bisa melogika bagaimana Allah mengantarkan nikmat itu. Sebagaimana manusia sulit melogika bagaimana Yusuf merasa bahagia dengan semua cobaan yang dialaminya hingga akhirnya dia harus meringkuk didalam penjara. Begitulah Allah, perekayasa paling halus di jagat raya. Jadi jika anda mengalami sebuah kegagalan, jangan putus asa. Mungkin Allah menyiapkan kesuksesan lain untuk Anda, sebagaimana Thomas Alfa Edison yang berhasil menemukan lampu setelah 99 percobaan gagalnya. Atau Muhammad al-Fatih yang beberapa kali mencoba berbagai trik penaklukan konstantinopel dan gagal, akhirnya sukses dengan cara menderek kapal-kapal ke puncak gunung. Allahu’alam bi shawab.

7 responses to “al-Lathiif

  1. seringkali manusia tidak menyadari kesempurnaan ciptaanNYA, kesempurnaan skenario hidup ini..
    seringkali manusia lupa bahwa Allah swt selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNYA..
    seringkali sombong dihadapanNYA..

    ampuni hamba yaa Allah…

  2. @ oRiDo
    sama. jazakallah taujihnya. moga ga sampe dapet ujian seperti fahri

    @ JoEy D`JuVe
    klo aq ga suka baca novel. mending nonton filmnya, lebih hemat waktu hemat energi🙂

    @ tc
    betul, hanya orang yang pemikirannya dah dewasa yg mampu menghayati berkah dan rahmatNya

  3. Salah satu adegan menarik dan menyentuh di film AAC, jadi yang gak suka jangan dipermasalahin poligami atau gak sama ama bukunya. Tetap ada nilai2 yang bisa kita ambil dari film ini.

    # riza:
    banyak koq nilai +nya termasuk promosi poligami untuk selesaikan masalah

  4. Nimbrung komen nih
    Novel ma film gak sama gak masalah sepanjang gak potong adegan2 penting yg buat A2C jadi kerasa syiar Islamnya. Ex: waktu si ne2k dari amrik (af1 lupa namanya) masuk Islam krn penjelasan Fahri ttg keagungan Islam. Hanung sendiri komen adegan itu dipotong dg alasan toleransi thd agama lain. Wah, eman tuh. Padahal filmnya ditonton byk org. Belajar dari Geert (pembuat film Fitna), dia yg melakukan black campaign thd Islam aja berani nanggung segala resiko jk filmnya dihujat byk org. Masak kita yg mau nyampein Islam kudu hati2 thd apa yg kita sampaikan atas nama toleransi? Pdhl kemuliaan Islam sdh demikian lama kita rasakan.

    Trus adegan yg promosiin ajaran Islam yg salah malah ditampilin. Ex: makan+minum sambil berdiri, sholat pake cadar, penggunaan istilah kafir dzimmi yg gak tepat, berduaan dg bkn mahrom, ini semua bisa bikin salah paham ttg Islam lo…

    Klo pelajaran yg dpt saya ambil dari film A2C yaitu : jgn menyampaikan Islam dg setengah2!! :))

    Tuk m.riza, luv u coz 4w, sis:)

    # riza:
    lov u coz Allah too ukhti…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s