Pesan Dari Bintang

Untuk wanita-wanita
yang lekat dengan indahnya langit malam …
yang selalu terpesona dengan temaram cahaya bintang …
yang dilahirkan ke dunia untuk berpikir cemerlang …

Malam ini langit terang. Bintang gemerlap di atas ufuk menyapa ramah. Seakan ingin bercerita banyak tentang kehidupan. Ya! jangan lupa, mereka adalah saksi bisu terajutnya lembaran sejarah dunia.

Sentuhan angin malam lebih mendramatisir suasana, membuatku lebih tenggelam dalam imajinasi bayangan masa lalu. Dimana saat itu, bintang juga bersinar. Menebarkan pesonanya yang menghibur. Di ujung balkon sebuah istana berdiri seorang permaisuri raja yang seakan mengajaknya berdialog. Memandangnya takjub. Takjub dengan kebesaran yang menciptakan tebaran intan nirwana itu.

Dia mencurahkan isi hatinya pada Tuhannya, tentang kezaliman suaminya. Kegundahan hatinya ketika ingin mempertahankan imannya. Asyiah istri al-Farauq, akhirnya dia memilih Tuhannya walau harta, jiwa dan penghormatan harus dicabut dengan tidak hormatnya.

Bintang di atas sana tampak semakin lincah berkedip. Seolah mengajakku melompat ke suatu masa yang lain. Ke atas balkon istana yang lain. Dimana seorang permaisuri raja memandangnya dengan binar kebahagiaan. Sambil menggenggam secangkir anggur kelas bangsawan. Dia tersenyum menawan dan bersulang pada sang bintang demi kemewahan. Kemudian dia berpaling sambil mengibaskan gaun aristokratnya dan kembali tenggelam kedalam salah satu dari ratusan pesta megah yang dibuatnya.

Maria Antoinette, walau dia tak perduli pada Tuhannya, akhirnya harta, jiwa dan penghormatan juga harus dicabut dengan tidak hormatnya.

Dua kisah wanita yang dikelilingi kemewahan dan berakhir tragis.
Serupa tapi tak sama. Tampak sama tapi bermakna beda. Makna yang perbedaannya sangat berarti bagi setiap jiwa. Yang satu telah menjalani hidupnya selayaknya dia diciptakan. Hingga Tuhan pun menyanjungnya dalam kitab suciNya. Yang lain mendapat cela dari jutaan orang yang membaca kisahnya. Dan yang paling penting, bagaimana Tuhan menyikapinya kelak?

Bulu kudukku semakin merinding. Entah sudah berapa kali bintang itu menjadi saksi kehidupan wanita-wanita hebat seperti Asyiah. Atau wanita-wanita tidak beruntung seperti permaisuri Louis XVI.

Bintang masih terus berkedip, tanpa lelah. Telah dan terus menyaksikan putaran roda sejarah. Yang akan terus berputar hingga nanti ketika Israfil meniupkan sangkakalanya.
Sementara di sini ada aku dan kau. Yang entah akan menjadi wanita hebat atau….

Bintang itu masih akan terus bersinar indah,
meski pengagumnya sudah menyatu dengan tanah.

* mei 2005

2 responses to “Pesan Dari Bintang

  1. salam kenal ya.
    kontemplasinya bagus banget.
    bintang memang cuma diam diatas sana.
    tapi ternyata benda-benda langit itu justru saksi sejarah paling abadi ya:)

    # riza:
    salam kenal juga. trims🙂

  2. hmmm kan diliatnya bukan cuma oleh perempuan padahal… ah… saya sangat suka memandang bintang tetap saja😀

    oh iyaaa

    salam kenalnya lupa :p

    # riza:
    kebetulan yg diambil sbg contoh adalah ce2 semua. lagian baik buruknya wanita itu sangat penting karena wanita itu tonggak peradaban. orang bilang “when u educate a boy u’ll get man, but when u educate a girl u’ll get woman & civilization”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s