Malu

Akhir-akhir ini ketika tarawih di masjid saya selalu memperhatikan seseorang. Seorang anak muda yang umurnya di bawah saya. Saya selalu mencari-cari apakah dia datang tarawih di sana ataukah tidak. Lho kok? ada apa kok segitu perhatiannya.

Saya ndak kenal anak itu. Yang membuat saya jadi perhatian adalah karena kondisi fisiknya. Kakinya yang folio x, membuatnya lebih susah berdiri dibanding orang normal. Apalagi berjalan. Namun demikian selama saya tarawih di masjid yang jaraknya agak jauh dari rumah saya itu, dia terlihat tidak pernah absen.

Perasaan malu jadi muncul tatkala ba’da berbuka puasa rasa malas ke masjid muncul. Tentu karena mengingat saya jauh diberi kemudahan daripada anak itu. Kemudahan untuk berdiri, berjalan bahkan berjingkat. Apalagi untuk pergi ke masjid saya ada fasilitas yang lebih dibanding anak tersebut yang naik sepeda pancal. Ya, masjid yang kami datangi memang agak jauh dari perumahan dibanding mushola atau masjid lain yang berada di tengah-tengah perumahan. Tapi saya tetap pilih masjid ini karena rakaat tarawihnya cuma 11. Beda dengan mushola depan rumah yang 23 rakaat. Kenapa pilih yang 11?
Banyak alasan, meskipun kalaupun imam sholat 23 rakaat saya bakal ngikut aja. Selain hemat energi:mrgreen: , yang paling penting adalah terjaganya salah satu rukun shalat, yaitu thuma’ninah. Daripada ada syak di hati ketika mengikuti yang 23 rakaat karena pernah saya heran kok saya baru rukuk imam sudah iktidal.

Pernah saya mendapat teguran dari teman terhadap shalat saya yang tidak thuma’ninah waktu itu. Katanya thuma’ninah di setiap gerakan shalat adalah rukun shalat. Akhirnya saya browse dan ketemu. Memang benar pernah ada sahabat yang disuruh mengulang shalatnya karena tidak thuma’ninah ketika shalat. Maka mari percantik shalat kita dengan thuma’ninah. Wallahu’alam.

3 responses to “Malu

  1. Walhamdulillahi rabbil ‘alamiin…Semoga setiap untai gerakan shalat kita menjadikan ladang pahala bagi kita jika kita lakukan dengan thuma’ninah…

    Salam kenal untuk mbak Riza.

    ( temannya Putut Sambang el Haq dan Dony Fitri K. TL’05 ya…??? )

    # riza:
    Salam kenal juga, maaf blognya dah tak link ga izin dulu.
    ( saya kenalnya Gita TL’04 dan Harsi dulu TL’02 )

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Ukhti…yang senantiasa dalam ridho Allah SWT.Moho ma’af jika aku salh dalam memberikan Comment

    Semoga Allah Ta’ala senantiasa merahmatimu, saudariku…
    Malu, demikianlah nama sebuah sifat yang sangat lekat ketika kita berbicara tentang wanita. Maka beruntunglah engkau saudariku ketika Allah menciptakanmu dengan sifat malu yang ada pada dirimu! Karena apa? Hal ini tidak lain karena malu adalah bagian dari iman.Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang Anshar yang sedang menasehati saudaranya karena sangat pemalu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Biarkan dia karena rasa malu adalah bagian dari Iman.” (HR. Bukhari Muslim)

    Hakikat rasa malu itu adalah sebuah akhlak yang memotivasi diri untuk meninggalkan hal-hal yang buruk dan membentengi diri dari kecerobohan dalam memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. Seorang muslimah akan menjauhkan dirinya dari larangan Allah dan selalu menaati Allah disebabkan rasa malunya kepada Allah yang telah memberikan kebaikan padanya yang tidak terhitung.

    Andrean El Fachri

    Please Visit My Blog At

    http://www.andreanelfachri.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s