Syariah Untuk Semua: Kenapa Harus Phobi?

Liburan kemarin saya sempat jalan-jalan ke Bali. Panasnya cuaca tidak menyurutkan niat saya untuk menyisir pulau dewata yang indah. Salah satunya adalah pasar seni Sukowati. Produk yang ditawarkan di sini bagus, unik dan satu lagi alasan yang bikin rakyat jelata seperti saya suka banget…. murah. Di beberapa sudut pasar saya temukan produk yang tidak asing. Tas batok kelapa dan enceng gondok. Jadi ingat industri barang seni macam gini di Lamongan(daerah asal saya) yang katanya dikirim ke Bali juga. Kualitasnya bagus, unik dan antik. Yang menarik perhatian saya adalah satu home industri macam gini sudah bisa menyerap puluhan tenaga kerja. Itu baru tas batok kelapa. Belum barang-barang yang lain. Yah memang sering dengar dari beberapa perbincangan, sektor riil banyak menyokong perekonomian nasional. Sektor riil banyak diaktori para pengusaha menengah ke bawah. Mulai dari pengusaha barang seni bernilai tinggi sampai warung penjual minuman, ini baru yang saya indra ketika liburan di Bali. Begitu banyak orang yang bekerja di sektor riil kan. Lalu dari mana mereka mendapatkan modal usaha? Sedangkan sebagian besar dari masyarakat kita banyak yang ‘kendo’ kalau mau bikin usaha dengan alasan utama: modalnya dari mana?
Continue reading

Membuang Bermilyar Uang??

Beberapa hari ini, suka atau tidak suka, saya harus suka buka2 amandemen UUD 45. Persiapan sapa tahu ada tes CPNS yang konon diadakan sebentar lagi. Sekalian saya penasaran dengan isinya, karena harga untuk membuat dan mengeditnya mahal banget. Milyaran. Namun setelah saya baca-baca ternyata…. biasa. Saya pikir2 sebenarnya bila beberapa orang pakar dikumpulkan untuk membuatnya, pasti hasilnya ndak jauh beda. Misal dibuat oleh 10 orang. 1 orang 10jt kan harganya 100jt. Murah banget kan untuk ukuran negara hehehe…. Syukur-syukur kalau 10 orang tadi ga mau dibayar dan ikhlas lillahi ta’ala.

Ternyata ga cuma Indonesia yang harus merogoh kocek yang tidak sedikit untuk membuat UU. Negara yang punya banyak stok orang jenius macem amrik pun sering merogoh kocek yang tidak sedikit untuk membuat UU. Namun hasilnya seringkali memusingkan kepala mereka sendiri hingga sekarang amrik sedang dilanda krisis ekonomi.

Pernah ada ’guru’ yang menceritakan bahwa pada peraturan dan UU yang dibuat pemerintah akan banyak ditemui kelemahan karena beberapa alasan. Antara lain:

  1. Pemerintah tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
  2. Pemerintah terdiri dari manusia yang punya subyektivitas.Diakui atau tidak, subyektivitas itu selalu ada pada diri setiap orang. Mereka selalu berat pada segala yang dekat dengan kehidupannya. Karena bagaimanapun juga mereka butuh sesuatu untuk bertahan hidup. Juga punya rasa sayang pada keluarga, kerabat, dll. Nah kalau keluarganya guru, dia akan cenderung membuat aturan yang menguntungkan para guru. Atau juga meringankan dirinya.
  3. Tingkat pengetahuan yang diketahui manusia sampai saat ini masih jauh dari sempurna. Buktinya masih banyak manusia yang meninggal karena sakit. Juga belum bisa mengatasi krisis pangan dan energi secara total. Berarti kan iptek belum bisa mengcover semua permasalahan manusia. Apalagi ilmu sosial.

Supaya bisa menghasilkan UU yang sempurna, sepertinya tiga permasalahan tadi harus teratasi terlebih dahulu. Atau kita memerlukan peralatan sebagai berikut:

  1. Mesin waktu dan penjelajah waktunya yang bersedia mencatat kejadian di semua tahun, bulan, hari bahkan detik
  2. Robot pembuat UU yang tidak punya nafsu dan rasa takut. Robot ini juga harus punya kecerdasan 10x Albert Enstein karena dia harus tahu sejarah sedetail2nya. Harus melakukan analisa dan mengambil keputusan dengan begitu banyak variabel. Termasuk data masa depan yang telah didapat dari mesin waktu. Tapi tidak ada salahnya juga kita menengok sebuah fiksi ilmiah macem spiderman. Dr. Octopus malah bisa menghancurkan dunia dengan menggunakan robotnya yang punya kecerdasan. Kalau robot pembuat UU ini berubah jadi jahat atau dimanfaatkan orang jahat tidak menutup kemungkinan dia akan dikembangkan untuk tujuan kejahatan dan berubah jadi monster. Kalau sudah begiani bagaimana? Jika di dunia fiksi ada spiderman lalu bagaimana dengan dunia nyata? Apa harus cari Osama bin Laden?

Ternyata solusi di atas selain amat sangat mahal dan penuh resiko, juga tidak mungkin :mrgreen: . Kalau begitu pesen UU saja. Tapi kemana? Tidak mungkin juga. Kebanyakan semua manusia sama. Tidak baik2 amat, tidak cerdas2 amat, tidak independen2 amat, dan tidak jauh dari tendensi dan kepentingan.

Kembali ke ’guru’ yang bercerita. Itulah kenapa Allah mengajak manusia hidup dengan Quran. Manusia membutuhkan Tuhan untuk menyelesaikan masalah di atas. Pihak yang maha perkasa (al-Aziz), maha kaya (al-Ghaniiy), maha pandai (ar-Rasyid), maha mengetahui (al-Aliim) juga maha pengasih dan penyayang (ar-Rahman, ar-Rahiim).

Solusi sempurna untuk masalah di atas bukan? Al-Quran dan as-Sunnah adalah pilihan tepat bagi manusia di muka bumi. Kenapa Islam? Kalau bagi saya ya karena ini agama yang benar. Tapi bagi yang tidak setuju jawaban pertama saya itu mungkin bisa memikirkan jawaban kedua. Agama Islam aturannya lengkap. Allahu’alam.

Di kesempatan yang fitri ini saya juga ingin menyampaikan SELAMAT IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, moga semua amalan diterima

Ingin Menjadikan Bandung Seperti Hollywood?

Dari Jawa Pos 1 Mei 2008, mantan aktor Dede Yusuf yang baru saja terpilih sebagai sebaga wagub Jabar mengeluarkan statement yang menarik untuk dikritisi. Dia ingin mengubah kota Bandung menjadi seperti Hollywood. Dede punya obsesi untuk menjadikan daerah yang dipimpinnya menjadi seperti Hollywood AS. “Selain dimanfaatkan untuk sineas dalam negeri, lokasi tersebut bisa digunakan perusahaan asing yang berniat syuting di Indonesia, ” tegasnya. Saya kaget dengan keinginannya ini.

Jika memang benar direalisasikan… maka jika dilogika, karena ada prioritas untuk memajukan industri perfilman di Indonesia maka pasti ada bidang lain yang terkurangi jatah perhatiannya seperti industri pangan dan informasi yang begitu penting untuk menyokong kemajuan bangsa. Begitu juga Bogor yang memiliki IPB. Yang sangat potensial sebagai jantung pengembangan teknologi pangan di Indonesia. Saya rasa bidang-bidang itu lebih tepat dijadikan obsesi oleh seorang pejabat. Continue reading

The Umbrella

the umbrella in skyI dont know why i love this word, ‘umbrella’. Maybe coz i think that it’s like a simple shield from the dangerous sky. Everything can be dangerous for us, especially the spectacular sky. Allah had memorize us that everything can be dangerous in one of His verse:

“From the evil of that which He created”(al-Falaq:2)

Sky can produce ultraviolet which danger our skin. It also can disturb us with its rain water. Imagine when we have tidy our performance to go to campus, but then at the way, there are rain. Oh my God, so annoying if we hold no umbrella.

Umbrella symbolizes protection. Remember the verse at the previous. If everything can be dangerous for us, so what’s the solution? Allah answer in al-Fatihah verse 5:

“It is You we worship and You we ask for help”(al-Fatihah:5)

Or you can pray ‘hasbunallah wa ni’mal wakiil’ when you in danger. It has similar meaning with that verse. Its the real umbrella of a pure Muslim. When you had choose this umbrella, follow as-sunnah to get protection before and after die. Just leave thoghut.

al-Lathiif

Ayat-Ayat Cinta memang film yang lain daripada film kebanyakan saat ini. Bagi saya adegan yang paling menyentuh adalah ketika Fahri baru mendapatkan surat pemberitahuan bahwa dia dikeluarkan dari universitas al-Azhar. Bukan main sedihnya Fahri, hingga dia meringkuk sambil memukul-mukul lantai karena dia merasa tidak layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Bukankah semua ini fitnah… fitnah! Namun subhanallah, teman satu sel Fahri yang tampangnya seperti penjahat tulen dan biasa menertawakan Fahri mampu memberi taujih yang bagi saya sangat menyentuh.

Dengan gayanya yang keras, dia mengatakan pada Fahri bahwa Allah sedang berbicara padanya, sedang mengingatkannya untuk tidak sombong. Dia mengingatkan tentang kisah nabi Yusuf yang dipenjara gara-gara fitnah Zulaikha. Menyikapi musibah yang menimpanya, nabi Yusuf merasa itu adalah nikmat dari Allah. Berikut penggalan kata-kata bapak yang tampak sableng itu.

“Yusuf tahu Allah sedang berbicara padanya. Kau tahu apa yang dikatakan Yusuf??
Ya Allah jika memang kehidupan penjara lebih berarti bagiMu daripada dunia luar
lebih baik aku hidup di penjara tapi lebih dekat denganMu
Daripada aku hidup dengan manusia pendusta.
Allah sedang bicara padamu tentang sabar dan ikhlas Fahri!!” Continue reading

Birunya Langit Birunya Laut

lautKetika memandang ke angkasa, tatkala sinar mentari masih menemani, yang memantul ke retinaku adalah langit biru. Langit seolah menjadi pengharapan, karena di langitlah kekuasaan Allah tampak nyata. Betapa tidak, di langit terdapat jarak yang tak terukur oleh seorangpun di muka bumi ini. Ingatkah anda tentang galaksi? berapa jumlah galaksi yang ada di dunia ini saja manusia tak dapat menghitung. Sedangkan tata surya ini hanyalah bagian kecil dari galaksi bimasakti.

Hujan juga datangnya dari langit. Hujan yang membasahi bumi menjadi salah satu sumber penghidupan manusia. Bahkan bisa dikatakan tak ada hujan tak ada kehidupan, karena tak bisa dibayangkan jika air hanya ada di laut saja.

Bicara tentang laut, laut juga berwarna biru karena pengaruh warna langit. Laut seolah menjadi peringatan bagi manusia. Jika anda terjun ke laut tanpa satu peralatan pun, kecil kemungkinannya anda bisa selamat. Continue reading

Ayat Ayat Cinta

Film ini, menurut saya bagus sekali. Meskipun memang ada beberapa kejanggalan di beberapa adegannya yang berhubungan dengan fikih. Kata pak ustadz, film yang banyak memperkenalkan nilai-nilai Islam ini perlu diberi beberapa catatan. Dalam salah satu adegannya, ada yang mengatakan ‘Assalamualaikum’ kepada Maria yang masih beragama nasrani. Juga ketika sakit, cara tayamum Maria yang membasuh tangannya dengan debu sampai ke siku seharusnya tidak perlu dilakukan. Cukup sampai ke pangkal tangan saja. Namun diluar itu bagi saya film yang sedang booming ini cukup menguntungkan kebanyakan muslimah seperti saya. Bagaimana tidak, ketika di mall saya sering merasa tidak enak hati karena jarang sekali yang berpakaian seperti saya. Pakai jubah dan kerudung. Namun dalam ayat-ayat cinta ternyata tokoh utamanya malah memakai cadar. Begitu juga teman- teman Fahri, tidak ada yang memakai kerudung gaul. Namun mereka tetap terlihat cantik dan lebih terjaga dengan mode pakaian seperti itu. Dan yang penting adalah kesyar’iannya. Bener, saya lebih suka melihat gadis dengan kerudung yang lebih rapi menutup dada daripada kerudung yang ngepres di leher. Perasaan lebih anggun yang menjuntai. Coba deh perhatikan di film Ayat-Ayat Cinta. Promosi nih ye….