Ceria Internet

Pakai ceria Internet ternyata kecepatannya lumayan juga. Hanya dengan modem 1x nya, saya bisa administrasi web joomla dengan lancar meskipun pas jam kerja. Padahal kalo pakai modem 1x CDMA lain baru lancar pas 1/3 malam terakhir. Pernah lihat modem 1x CDMA lain buka halaman awal web joomla saya di jam kerja di lokasi yang sama, menunya ga muncul semua, jadi ga bisa akses halaman penting. Gimana kalo buka halaman administrasi? Cape d….

Waktu saya tes kecepatan ceria internet 1x pakai indosatM2 speedtest (saat nulis ini, skitar jam 6 pagi di kalijudan – daerah dekat kampus C UNAIR) dapet 71 kbps download dan 45 kbps upload. Dengan kecepatan seperti ini saya sudah bisa memanage website dengan lancar.

CDMA biasanya punya 2 macem penawaran. Kalo mau cepat tapi mahal pakai EVDO, tapi kalo mau murah tapi lambat ada 1x. Berhubung saya orangnya pelit irit, maka saya pakai 1x saja. Toh dengan ceria 1x hajat saya sudah terpenuhi. Tapi sebenarnya klo mau pakai quicknet EVDO rev A ceria modemnya cuma sekitar 600rb. Bahkan klo mau pakai yang paska bayar bisa ga perlu beli modem, jadi seperti sewa modem saja. Lebih murah dari modem EVDO provider CDMA lain kan? Cuman jaringan EVDO biasanya tak seluas 1x, jadi pastikan daerah kita mendapat sinyal EVDO dulu baru memilih untuk menggunakan produk ini. Info lebih lengkap bisa dilihat di ceriaku.com

Catatan penting:

  • Klo mo langganan internet jangan tergiur dengan tarif yang terlalu murah, kalo lambat banget bisa menyesal. Terlanjur keluar duit buat beli modemnya tapi ternyata ga bisa ngapa2in. Ada pengumuman pake pdf ga bisa buka, ada info penting ga bisa akses, kan rephot.
  • Klo mau coba sebuah layanan internet selidiki dulu apakah daerah kita dapet sinyal provider yang mo dipilih. Untuk daerah UNESA kampus lidah kayaknya blum dapet sinyal ceria, kemarin saya pas kesana ga ada sinyal (mati idup). Tapi katanya si, mo dipasang bts di daerah wiyung atau lakarsantri. Dan jangkauan penyebaran sinyal bts cdma ceria paling luas diantara cdma2 lain karena sinyalnya ada di frekuensi paling rendah dari cdma2 lain. Klo ga salah 450MHz, sedangkan cdma lain sekitar > =800MHz. Ok, selamat berinternet ria….

PUTUS

Samudra yang diam bukan berarti tak memenjaranya,
Berapa anak berlarian riang memijak bumi,
Berapa pemuda menatap awan menanti masa depan,
Cerah tak terbayang …
Awang-awang yang menyibukkan
Namun dalam hitungan detik
Samudra membebaskannya

Bumi yang damai belum tentu mengikatnya,
Berapa anak menenggelamkan diri di pelukan ibu,
Berapa pemuda menyiapkan diri tuk tampil esok hari,
Menata pagi menjemput rizki
Namun tanpa basa basi
Bumi melepaskannya

Di kala
Tangan-tangan mengukir sejarah hidup
Kaki-kaki berlari menuju masa depan
Mata-mata mencari selipan kesempatan
Entah kesempatan laba
Atau kesempatan pahala
Sungguh hanya Allah yang bisa memutus
Dengan mentapkannya
Melalui air yang membiru,
Angin yang biasanya bertiup sepoi,
Api yang biasanya menghangatkan,
Atau apapun

Sungguh kematian,
Izrail pun tak akan mengetuk pintu ketika mengantarkannya

Di akhir episode terngiang
semua darimu kembali padamu
Entah itu kan menggubah senyuman
atau menambah rintihan

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam, dan pada hari itu manusia sadar, namun kesadaran itu tiada guna lagi baginya.Ia berkata “ah, andai saja dahulu aku menyiapkan (bekal) untuk hidupku kini”
(Al-Fajr:23-24)

* terinspirasi dari tsunami Aceh 2006, baru diposting habis nemu diharddisk

Kata Siapa Pake Rok Ga Bisa Outbond?

berjalan di jembatan gantung

Ahad yang cerah, pagi-pagi sudah berangkat outbond muslimah di waduk gondang bareng iqra’ club, Lamongan. Acaranya cukup seru, saya yang cuma nebeng hanya bisa bilang thanks for all. Ada beberapa peserta yang pake rok dan tetep bisa melaksanakan tugasnya selama outbond tanpa ada kendala. Termasuk saya yang sempat mencicipi gimana rasanya berjalan di atas jembatan gantung buatan panitia sambil pake jubah. Qt pake celana juga loh. Ternyata tidak menyulitkan. Jadi kebayang para sahabiyah yang ikutan jihad dengan memakai pakaian panjang yang lebar. Dengan pakaian seperti itu mereka masih bisa maju di berbagai front medan perang, entah sebagai juru masak, perawat atau ikut berpacu dengan maut di medan jihad.

Continue reading

Roda Waktu

Kenapa waktu berjalan begitu cepat?
Rodanya menggelinding mengenai tubuh setiap orang
Yang punya hati yang punya akal
Yang punya jiwa yang tak kekal
Sedang jejak rodanya menjadi tumpukan kertas
Yang menjadi sebuah kitab bertajuk sejarah
Kalau begitu…
Bukankah waktu itu sangat berharga?
Sekali lagi karena rodanya mengenai setiap orang

Ya Rabb ya Mushii yang menguasai waktu
Jangan jadikan kami orang yang tergilas roda waktuMu
Dan mati begitu saja tanpa ada jejak yang tertinggal
Sehingga tangan ini hampa di saat perjumpaan denganMu

Laa Tahzan

BBM bakal naik lagi,
bagaimana dengan kebutuhan pokok nanti?
bagaimana dengan perusahaan tempatku bekerja?
bagaimana dengan usahaku?
bagaimana dengan kebutuhan pendidikan anak-anak?
bagaimana …
bagaimana …

Jika waktu terus bergulir. Setelah senin ada minggu. Begitulah tiba-tiba datanglah lagi hari senin. Semuanya terasa cepat seolah-olah kita hanya berjalan sepenggalah. Jika hari-hari kita dilumuri kepahitan, bukankah hari-hari itu adalah hari yang cepat berlalu. Sedangkan Yang Maha Kasih menyiapkan hari yang multi durasi.

Lalu kenapa bersedih jika Allah mengganti kepahitan sesaat dengan rasa manis semanis madu selama berabad?

“Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, berupa sakit yang berterusan, sakit yang biasa, kebingungan, kesedihan, kegundahan hingga duri yang menusuknya, maka pasti musibah itu akan menjadi penghapus bagi kesalahan-kesalahannya.”(Mutafaq alaih)

Jadi jika sedih, ingat saja nilai nol yang menghiasi daftar dosa di buku catatan amalan yang kita terima kelak di saat tiap insan berada dalam ketakutan yang luar biasa. Semua pasti ingin bukan? Semoga segala musibah yang kita alami bisa mengenolkan dosa-dosa kita dan meringankan beban di hari penghisaban kelak.

Berita Basi tentang Yang Instan – Instan

Kenapa baru kenal sekarang? Kenapa tidak dari dulu saja? Tapi tak apalah, toh lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Beberapa waktu lalu saya diminta membuatkan web sebuah instansi. Saya, lulusan IT yang gaptek ini langsung membayangkan bikin website pake php secara manual. Yah itu kerjaan saya pas di Surabaya, mbuat aplikasi web bareng teman2. Jadi saya pikir saya pasti bisa. Bukankah ‘you can if you think you can’?. Lagian saya pikir, daripada pikiran nganggur toh saya agak terbiasa pakai php. Akhirnya saya terima saja. Namun ketika saya pikir2 lagi ternyata banyak fitur yang akan menghabiskan banyak waktu misal buat upload dan edit artikel, Menata letak menu-menunya… hiks pasti lama banget dan bikin pusing.

Tersebutlah sohib lama saya yang tinggal di Jombang datang bersua. Setelah cerita ngalor ngidul, akhirnya kok ya kami nyemplung ke bahasan website. Dia sudah bikin website untuk sekolahnya, namun belum di upload. Dia pakai CMS. Hah CMS? Content Management System? pernah dengar dari dosen pemrograman web, tapi belum pernah mencicipi. Tenyata saya ga sadar kalau selama ini saya tuh gaptek banget. Ga tahu kalau ada cara mudah bikin web. Instan banget. Ibarat mie ada mie goreng ada mie godog. Tapi ada juga mie instan yang lebih praktis dan ga kalah enak, meski yang mbuat bukan koki yang ahli. Ternyata begitu juga web. Ada cara instan bikin web yang bisa sehari jadi (tapi ga tanggung jawab kualitasnya kalau cuma sehari). Pakai CMS, dan yang kami pilih adalah joomla bukan indomie. Gapapa deh sebut merk, sekalian promosi toh saya sudah diuntungkan dengan tools ini. Tinggal copy paste, install, upload template, edit-edit… jadi deh. Tapi kentara banget kalau webnya pake CMS, banyak web yang bentuknya mirip. Dan ada beberapa component yang ada nama sumbernya. Wassalam deh bikin web yang ribet. Tapi untuk aplikasi sistem informasi belum bisa pakai CMS. Kalau semuanya bisa serba instan, gak laku dong koki dan programmer. Apalagi buat yang cuma bisa masak sopware.

special thanks to my dear… eva qqqq