* Disalin dari Benang Tipis antara Halal & Haram Imam al-Ghazali
“Katakanlah! Tidak ada yang dapat mengetahui perkara ghaib di langit di bumi melainkan Allah” (QS. An-Naml:65)
Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah pembawa risalah datang di tengah-tengah masyarakat, dimana disitu ada sekelompok manusia tukang dusta yang disebut “kuhhaan”(dukun) dan “arraaf”(tukang ramal). Mereka itu mengaku dapat mengetahui perkara-perkara ghaib baik untuk masa yang telah lalu maupun untuk masa yang akan datang, dengan jalan mengadakan hubungan dengan jin dan sebagainya. Justru Rasulullah saw, kemudian memproklamirkan perang dengan kedustaan yang tidak berlandaskan ilmu. Petunjuk maupun ‘dalil syara’. Akhirnya Rasulullah mengajukan dihadapan mereka itu sebuah firman Allah yang merupakan sanggahan dan tantangan terhadap sikap mereka, sebagaimana yang ada di atas.
Continue reading
Otak adalah organ tubuh yang membuat kita tetap hidup sampai sekarang. Otaklah yang membuat kita berjalan ke lemari es dan meneguk segelas air ketika haus datang.
Kasus Lia Eden yang mengaku mendapat bisikan dari malaikat jibril, sepatutnya menjadi pelajaran bagi kita. Mengapa dia tidak berpikir terlebih dulu apakah itu benar-benar bisikan dari malaikat jibril? Bukankah Allah juga menciptakan makhluk bernama jin yang bisa kasat mata dan juga bisa didengar suaranya?
Ada orang yang mengatakan kitalah yang menguasai waktu, tapi sebenarnya manusia sama sekali tak berdaya dan hanya bisa memanfaatkan waktu yang diciptakanNya. Waktu adalah ciptaan Allah yang unik, kita tidak bisa melihatnya tapi waktu memang ada, sama seperti listrik memang. Dimensi waktu memang menyimpan banyak rahasia. Ilmuwan pun menganggap waktu sebagai dimensi yang ke-empat. Waktu yang merupakan ciptaan Allah memang sesuatu yang relatif. Meskipun itu tampak mutlak di mata manusia.
Terinspirasi dari sengatan listrik di laptop tadi malam, saya kepikiran untuk menulis ulang keterangan di discovery chanel tentang petir. Berikut penjelasannya:


Mengulas salah satu bab dalam mata pelajaran sejarah yang sudah dibahas beberapa kali ketika SMU, tragedi di penjara Bastille, yang berujung dari meletusnya revolusi Perancis. Fragmen sejarah ini akhirnya menewaskan Louis VI beserta keluarganya, termasuk permaisuri tercinta Maria Antoinette. Keluarga ningrat yang sempat menikmati penghormatan eksklusif, kekuasaan yang hampir tak terbatas terhadap negerinya juga harta yang melimpah ditengah rakyat yang menjerit kesakitan. Hidup mereka harus berakhir di pisau guilotinne yang sebelumnya merupakan salah satu simbol berkuasanya raja, dan dipakai untuk mengakhiri hidup orang2 tak berdaya. 

